Duet “Djanur-Bejo” Berhasil Bangkitkan Raksasa Persebaya

Performa apik Persebaya di enam laga terakhir seakan menjadi bukti sahih raksasa Surabaya mulai benar-benar bangun dari tidurnya. Kemenangan juga menjadi bahan bakar yang menyulut semangat dukungan para Bonek, suporter setia. Bonek mania pun sepakat figur Djadjang Nurdjaman (Djanur) bersama Bejo Sugiantoro sukses menukangi skuad Green Force. 

Djanur tiba di Surabaya ketika Persebaya sedang terpuruk bahkan tim kebanggaan arek Suroboyo ini berada dalam bayang-bayang ancaman degradasi. Tidak hanya itu, Djanur pun mengalami tantangan dalam beberapa pertandingan awal Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Namun, tangan dingin Djanur berhasil menerapkan adaptasi yang dibutuhkan sehingga transisi pun berjalan dengan baik.

Pada laga debutnya, Djanur pun harus menelan kekalahan ketika menjamu PS Tira di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kala itu, Persebaya dipaksa menyerah di hadapan pendukungnya dengan skor 0-2.

“Hasil yang kurang bagus di awal saya datang ke sini sangat maklum karena saya harus beradaptasi dengan pemain,” kata Djanur -sapaan akrabnya- mengenang laga-laga awal bersama Persebaya.

“Saya tidak tahu secara rinci keadaan di tim ini walaupun saya sudah sempat mengikuti tim ini dari jauh ,” lanjut mantan pelatih Persib Bandung ini.

Berkat dukungan Bejo Suagiantoro sebagai asistenl keduanya berhasil memgformulasikan tim dan menemukan ritme permainan terbaik. Hasilnya, Persebaya mampu merangsek ke papan atas klasemen, bercokol di peringkat 6 dan hanya berjarak 10 poin dari PSM di puncak klasemen.
Persebaya berhasil mengemas enam kali kemenangan secara beruntun dari tujuh pertandingan terakhir. Tim kebanggaan Bonek ini hanya kalah satu kali ketika melawat ke markas Persipura Jayapura.

“Adaptasi saya cukup berhasil sehingga saya dan pemain saling tahu apa kemauan saya, mereka juga tahu kelebihan dari saya, saya juga tahu kelebihan dari pemain,” tambahnya.

“Sekarang sudah ketemu ritme dan touch secara tim. Saya yakin tidak akan bergeser terlalu jauh penampilan dari pertandingan ke pertandingan,” tandasnya.

Bonek Mania menilai duet Djadjang Nurdjaman dengan Bejo Sugiantoro layak dipertahankan untuk kembali menukangi Green Force pada kompetisi Liga 1 musim depan.

Salah satu pentolan Bonek, Agus Bimbim Tessi, mengakui kinerja Djanur dan Bejo sudah cukup bagus dalam mengangkat prestasi Persebaya. Sehingga tak ada alasan untuk tidak diberikan kesempatan kembali.

“Kinerja coach Djanur sudah bagus, awal-awal pertama memang belum menemukan ritme permainan,” kata Tessi kepada Bola.net.

Sehingga dirigen Tribun Kidul ini berharap agar manajemen Persebaya mempertahankan Djanur sebagai juru taktik tim Kota Pahlawan. Tentunya tetap digandengkan dengan Bejo Sugiantoro.

“Kalau bisa dipertahankan, dipertahankan dan terus digandengkan dengan coach Bejo, soalnya sudah cocok,” sambungnya.

Pihaknya juga merasa cukup puas dengan penampilan Persebaya di bawah arahan Djanur. Bahkan ia bangga karena tim kebanggaan Arek Suroboyo ini mulai merangsek ke papan atas.