“Kebanggaan dan Kejayaan” Slogan Ulang Tahun ke-90 Persija Jakarta

Tahun ini klub ibukota Persija Jakarta genap berusia 90 tahun. Usia yang sudah tua untuk ukuran klub di Indonesia. Di tahun spesial ini, tim berjuluk Macan Kemayoran itu ingin mendapatkan hadiah terbaik, yaitu juara Liga 1.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persija kali ini diperingati dengan mengambil tema “Simbol Kebanggaan dan Kejayaan.” Perayaan dilakukan di Kantor Persija, Jakarta Selatan.

 Tema ‘Simbol Kebanggaan dan Kejayaan’ dipilih demi memperingati pencapaian 90 tahun eksistensinya di sepak bola Tanah Air. Macan Kemayoran menjadi salah satu klub tidak pernah turun kasta, dan hal inilah yang patut disyukuri bersama.

“Bertambah usia berarti makin harus dewasa, tahu fungsi dan tugasnya, termasuk makin mawas diri. Jadi seperti yang saya katakan di awal, tugas Persija itu sebagai badan usaha adalah berusaha secara bisnis untuk profit,” ujar Gede selaku Direktur Utama Persija.

“Lalu harus mencetak prestasi dan ketiga menjadi wadah hiburan buat masyarakat Jakarta khususnya, umumnya masyarakat Indonesia. Jadi hanya tiga, prestasi, bisnis, sama hiburan. Tanpa tiga-tiganya, tidak akan mungkin bisa,” katanya menambahkan.

“Sementara untuk kejayaan, Persija sudah menyematkan satu bintang di atas logo yang berarti 10 kali merasakan juara kompetisi sepakbola di kasta tertinggi Indonesia. Tema ini menurut kami sudah pas dan semestinya di usia Persija yang ke 90 tahun,” terang Gede .

Acara syukuran ultah Persija akan diadakan di Kantor Persija Jl. Duren Tiga PLN, Rabu, (28/11/118) mulai pukul 18.30 WIB sampai selesai. Semua stakeholder Persija akan dilibatkan mulai dari pemain, ofisial, panpel, serta tentunya pemain ke-12 yakni Jakmania.

Dalam kesempatan esok hari nanti, Persija juga mengundang beberapa legenda klub, anak yatim piatu serta warga sekitar. Diharapkan acara tersebut bisa berjalan lancar dan memberikan berhak bagi semua pihak. “Semoga acaranya berjalan dengan lancar,” tutup Gede.

Sementara dua punggawa Persija,  kapten (Ismed Sofyan) dan  Bambang Pamungkas juga sempat menyampaikan siaran pers di Kantor Persija, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018) malam. “Saya pikir semuanya pasti memiliki keinginan yang sama untuk memajukan Persija,” ucap BePe.

Ismed turut menambahkan, “90 tahun bukan usia sebentar. Ini yang akan menjadi perayaan indah kalo bulan depan kita bisa meraih gelar juara. Berkat kerja keras semua teman-teman semoga kita bisa menambah satu gelar lagi,” papar pemain berusia 38 tersebut.

Peluang Persija untuk menjuarai Liga 1 musim ini terbuka lebar. Meski begitu, Macan Kemayoran masih harus bersaing dengan PSM Makassar yang ada di puncak klasemen.

Saat ini, Persija ada di peringkat kedua klasemen dengan 56 poin, terpaut satu angka dari PSM. Keduanya masih memiliki dua laga sisa.

Untuk mewujudkan itu semua, target terdekatnya adalah bisa mengalahkan Bali United di pertandingan selanjutnya.

Duet “Djanur-Bejo” Berhasil Bangkitkan Raksasa Persebaya

Performa apik Persebaya di enam laga terakhir seakan menjadi bukti sahih raksasa Surabaya mulai benar-benar bangun dari tidurnya. Kemenangan juga menjadi bahan bakar yang menyulut semangat dukungan para Bonek, suporter setia. Bonek mania pun sepakat figur Djadjang Nurdjaman (Djanur) bersama Bejo Sugiantoro sukses menukangi skuad Green Force. 

Djanur tiba di Surabaya ketika Persebaya sedang terpuruk bahkan tim kebanggaan arek Suroboyo ini berada dalam bayang-bayang ancaman degradasi. Tidak hanya itu, Djanur pun mengalami tantangan dalam beberapa pertandingan awal Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Namun, tangan dingin Djanur berhasil menerapkan adaptasi yang dibutuhkan sehingga transisi pun berjalan dengan baik.

Pada laga debutnya, Djanur pun harus menelan kekalahan ketika menjamu PS Tira di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kala itu, Persebaya dipaksa menyerah di hadapan pendukungnya dengan skor 0-2.

“Hasil yang kurang bagus di awal saya datang ke sini sangat maklum karena saya harus beradaptasi dengan pemain,” kata Djanur -sapaan akrabnya- mengenang laga-laga awal bersama Persebaya.

“Saya tidak tahu secara rinci keadaan di tim ini walaupun saya sudah sempat mengikuti tim ini dari jauh ,” lanjut mantan pelatih Persib Bandung ini.

Berkat dukungan Bejo Suagiantoro sebagai asistenl keduanya berhasil memgformulasikan tim dan menemukan ritme permainan terbaik. Hasilnya, Persebaya mampu merangsek ke papan atas klasemen, bercokol di peringkat 6 dan hanya berjarak 10 poin dari PSM di puncak klasemen.
Persebaya berhasil mengemas enam kali kemenangan secara beruntun dari tujuh pertandingan terakhir. Tim kebanggaan Bonek ini hanya kalah satu kali ketika melawat ke markas Persipura Jayapura.

“Adaptasi saya cukup berhasil sehingga saya dan pemain saling tahu apa kemauan saya, mereka juga tahu kelebihan dari saya, saya juga tahu kelebihan dari pemain,” tambahnya.

“Sekarang sudah ketemu ritme dan touch secara tim. Saya yakin tidak akan bergeser terlalu jauh penampilan dari pertandingan ke pertandingan,” tandasnya.

Bonek Mania menilai duet Djadjang Nurdjaman dengan Bejo Sugiantoro layak dipertahankan untuk kembali menukangi Green Force pada kompetisi Liga 1 musim depan.

Salah satu pentolan Bonek, Agus Bimbim Tessi, mengakui kinerja Djanur dan Bejo sudah cukup bagus dalam mengangkat prestasi Persebaya. Sehingga tak ada alasan untuk tidak diberikan kesempatan kembali.

“Kinerja coach Djanur sudah bagus, awal-awal pertama memang belum menemukan ritme permainan,” kata Tessi kepada Bola.net.

Sehingga dirigen Tribun Kidul ini berharap agar manajemen Persebaya mempertahankan Djanur sebagai juru taktik tim Kota Pahlawan. Tentunya tetap digandengkan dengan Bejo Sugiantoro.

“Kalau bisa dipertahankan, dipertahankan dan terus digandengkan dengan coach Bejo, soalnya sudah cocok,” sambungnya.

Pihaknya juga merasa cukup puas dengan penampilan Persebaya di bawah arahan Djanur. Bahkan ia bangga karena tim kebanggaan Arek Suroboyo ini mulai merangsek ke papan atas.